download cepat

oke

JADWAL UAS KLS 7 Dan KISI-KISI

http://simdik.info/index.aspx

Buka web tersebut cari dibagian tengah.

Pelajaran Jam Dinding

Pelajaran Berharga dari JAM DINDING

Tahukah anda…..

Dilihat orang atau tidak, ia tetap akan berdentang…

Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar…

Diberi ucapan terima kasih atau tidak , ia tetap saja bekerja….

Kalaulah jam dinding bisa bicara,ia akan berkata :

Aku Memiliki ………

» VISI

» KOMITMEN

» TANGGUNG JAWAB

» SETIA sampai selamanya

Jangan pedulikan apapun penilaian orang terhadap diri kita , mari kita mau berkomitmen pada diri sendiri untuk tetap berjalan di jalan yang baik dan benar..

Yakinkan pada diri anda bahwa sebesar apapun cobaan yang kita alami sekarang ini, pasti sudah sesuai degan kadar kemampuan kita untuk menghadapinya.

Mungkin ada saatnya detak jam dinding melemah , itu karena dia memerlukan baterai yg baru ..

Begitu pula dengan kita !!

Jangan lupa selalu men”charger” diri ini melalui perenungan dan refleksi diri untuk hal yang lebih baik dan positif.

kata mutiara

kata mutiara

SAMPUL HASIL Pembinaan

kamus online

kompetensi guru

bank-soal-ukg-bob-prabantoro

 

STANDAR KOMPETENSI GURU

NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS
I. Kompetensi Pedagodik
1 Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekoiah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.1.3 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.

1.4 Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.

2 Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI.2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.2.3 Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis, khususnya di kelas-kelas awal SD/MI.
3 Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.3.2 Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI.3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima mata pelajaran SD/MI.

3.4 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.

3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.

3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

4 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.

4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan.

4.5 Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan ka-rakteristik peserta didik dan lima mata pelajaran SD/ MI untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.

4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI sesuai dengan situasi yang berkembang.

5 Memanfaatkan teknologi in-formasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
6 Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal.6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.
8 Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

8.3 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.

8.6 Menganalisis hasii penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.

8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

9 Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.

9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

10 Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI.10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
II. Kompetensi Kepribadian
1 Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender.11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi pe-serta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi.12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa 13.3 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
4 Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.14.3 Bekerja mandiri secara profesional.
5 Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru.15.2 Menerapkan kode etik profesi guru.15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru.
III. Kompetensi Sosial
1 Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskri-minatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.
2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komuni-tas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.17.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.17.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
3 Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 18.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendi-dik, termasuk memahami bahasa daerah setempat.18.2 Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.
4 Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. 19.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.19.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara Iisan dan tulisan atau bentuk lain.
IV. Kompetensi Profesional
1 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Bahasa Indonesia20.1 Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa.20.2 Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.

20.3 Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

20.4 Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis)

20.5 Memahami teori dan genre sastra Indonesia.

20.6 Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia, secara reseptif dan produktif.

Matematika

20.7 Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan logika matematika.

20.8 Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata.

20.9 Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, pro-sedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

20.10 Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer.

IPA

20.11 Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung.

20.12 Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

20.13 Memahami struktur ilmu pengetahuan alam, termasuk hubungan fungsional antarkonsep, yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA.

IPS

20.14 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, nilai, dan keterampilan IPS.

20.15 Mengembangkan materi, struktur, dan konsep keilmuan IPS.

20.16 Memahami cita-cita, nilai, konsep, dan prinsip-prinsip pokok ilrnu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global.

20.17 Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kehidupan agama, dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global.

PKn

20.18 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, sikap, nilai, dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn.

20.19 Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia, semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara.

20.20 Menguasai konsep dan prinsip perlindungan, pemajuan HAM, serta penegakan hukum secara adil dan benar.

20.21 Menguasai konsep, prinsip, nilai, moral, dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia.

2 Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 21.1 Memahami standar kompetensi lima mata pelajaran SD/MI.21.2 Memahami kompetensi dasar lima mata pelajaran SD/MI.21.3 Memahami tujuan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
3 Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 22.1 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.22.2 Mengolah materi lima mata pelajaran SD/MI secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
4 Mengembangkan keprofesi-onalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. 23.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.23.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.23.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.

23.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

5 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.24.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Mei 2007

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 16 TAHUN 2007

TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

Dikutip Oleh :

Drs. JAHIDIN, M.Pd.

NIP : 19610512 199003 1 004

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA

SLB-ABC MUHAMMADIYAH BANJARSARI

KABUPATEN CIAMIS

2009

PERATURANMENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 13 TAHUN 2007

TENTANG STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang      : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 38 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

Mengingat        :  1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006;

3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan     :  PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR KEPALA  SEKOLAH/MADRASAH.

Pasal 1

(1)      Untuk dapat diangkat sebagai kepala sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi standar kepala sekolah/madrasah yang berlaku nasional.

(2)      Standar kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 17 April 2007

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.

Biro Hukum dan Organisasi

Departemen Pendidikan Nasional,

Kepala Bagian Penyusunan Rancangan

Peraturan Perundang-undangan dan

Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.

NIP 131479478

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 13 TAHUN 2007 TANGGAL 17 APRIL 2007

TENTANG STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

  1. A. KUALIFIKASI

Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah terdiri atas Kualifikasi Umum, dan Kualifikasi Khusus.

  1. 1. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
    1. Memenuhi kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
    2. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 57 tahun;
    3. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
    4. Memilki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
  1. 2. Kualifikasi Khusus kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
  1. Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) adalah sebagai berikut:

1)      Bersatatus sebagai guru TK/RA;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:

1)      Berstatus sebagai guru SD/MI;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) adalah sebagai berikut:

1)      Berstatus sebagai guru SMP/MTs;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) adalah sebagai berikut:

1)      Berstatus sebagai guru SMA/MA;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:

1)      Berstatus sebagai guru SMK/MAK;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut:

1)      Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan SDLB/SMPLB/SMALB;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala SLB/SDLB yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

  1. Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri adalah sebagai berikut:

1)      Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai kepala sekolah;

2)      Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru pada salah satu satuan pendidikan; dan

3)      Memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga yang di tetapkan Pemerintah.

  1. B. KOMPETENSI

STANDAR KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

NO. DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI
1 Kepribadian 1.1 Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhalak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
1.2 Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
1.3 Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.
1.4 Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
1.5 Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
1.6 Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
2 Manajerial 2.1 Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2.2 Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
2.3 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal.
2.4 Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.
2.5 Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
2.6 Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
2.7 Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
2.8 Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.
2.9 Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaa peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
2.10 Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
2.11 Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
2.12 Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
2.13 Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.
2.14 Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
2.15 Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
2.16 Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
3 Kewirausahaan 3.1 Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
3.2 Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3.3 Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
3.4 Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
3.5 Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
4 Supervisi 4.1 Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
4.2 Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
4.3 Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
5 Sosial 5.1 Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah.
5.2 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
5.3 Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.

Biro Hukum dan Organisasi

Departemen Pendidikan Nasional,

Kepala Bagian Penyusunan Rancangan

Peraturan Perundang-undangan dan

Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.

NIP 131479478

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 13 TAHUN 2007

TENTANG

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

Dikutip Oleh :

Drs. JAHIDIN, M.Pd.

NIP : 19610512 199003 1 004

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA

SLB-ABC MUHAMMADIYAH BANJARSARI

KABUPATEN CIAMIS

2009

PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 12 TAHUN 2007

TENTANG

STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang      : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 39 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah;

Mengingat        :  1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006;

3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan     :  PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH.

Pasal 1

(3)      Untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional.

(4)      Standar pengawas sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 28 Maret 2007

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.

Biro Hukum dan Organisasi

Departemen Pendidikan Nasional,

Kepala Bagian Penyusunan Rancangan

Peraturan Perundang-undangan dan

Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.

NIP 131479478

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 12 TAHUN 2007 TANGGAL 28 MARET 2007

STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

  1. C. KUALIFIKASI
  1. 1. Kualifikasi Pengawas Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:
  1. Berpendidikan minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi;
    1. 1)   Guru TK/RA bersertifikat pendidik sebagai guru TK/RA dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di TK/RA atau kepala sekolah TK/RA dengan pengamalan kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi pengawas TK/RA;

2)   Guru SD/MI bersertifikat pendidik sebagai guru SD/MI dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di SD/MI atau kepala sekolah SD/MI dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi pengawas SD/MI;

  1. Memiliki pangkat minimum piñata, golongan ruang III/c;
  2. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun, sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan;
  3. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas, pada lembaga yang ditetapkan pemerintah; dan
  4. Lulus sebagai pengawas satuan pendidikan.
  1. 2. Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki pendidikan minimum magister (S2) kependidikan dengan berbasis sarjana (S1) dalam rumpun mata pelajaran yang relevan pada perguruan tinggi terakreditasi;
    1. 1)   Guru SMP/MTs bersetifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMP/MTs atau kepala sekolah SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

2)   Guru SMA/MA bersertifikat pendidik sebagai guru dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMA/MA atau kepala sekolah SMA/MA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

3)   Guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMK/MAK atau kepala sekolah SM\K/MAK dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

  1. Memiliki pangkat minimum piñata, golongan ruang III/c;
  2. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun, sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan;
  3. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas, pada lembaga yang ditetapkan pemerintah; dan
  4. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.
  1. D. KOMPETENSI

STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS SEKLOAH

  1. 1. Kompetensi Pengawas Taman Kanak-kana/Raudatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)
DIMENSIKOMPETENSI KOMPETENSI
  1. 1. Kompetensi Kepribadian
1.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
1.4 Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
  1. 2. Kompetensi Supervisi Manajerial
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan di sekolah.
2.3 Menyusun metode kerja dan instrument yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah.
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah.
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah.
2.8 Memantau pelaksanakan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.
  1. 3. Kompetensi Supervisi Akademik
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI.
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI.
  1. 4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan di sekolah.
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah.
  1. 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan.
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah.
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah.
  1. 6. Kompetensi Sosial
6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.
  1. 2. Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Pengawas Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam Rumpun Mata Pelajaran yang relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa, Olahraga Kesehatan atau Seni Budaya)
Dimensi Kompetensi Kompetensi
  1. 1. Kompetensi Kepribadian
1.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
1.4 Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
  1. 2. Kompetensi Supervisi Manajerial
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis.
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis.
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah yang sejenis.
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis.
2.8 Memantau pelaksanakan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah yang sejenis.
  1. 3. Kompetensi Supervisi Akademik
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
  1. 4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah yang sejenis.
  1. 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan  untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan.
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yangs sejenis.
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah sekolah menengah yang sejenis.
  1. 6. Kompetensi Sosial
6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.
  1. 3. Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa, Olahraga Kesehatan, Seni Budaya, Teknik dan Industri, Pertanian dan Kehutanan, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Kesejahteraan Masyarakat, atau Seni dan Kerajinan)
Dimensi Kompetensi Kompetensi
  1. 1. Kompetensi Kepribadian
1.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
1.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.
1.3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
1.4 Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
  1. 2. Kompetensi Supervisi Manajerial
2.1 Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah kejuruan.
2.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi, misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah menengah kejuruan.
2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah kejuruan.
2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah kejuruan.
2.5 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah kejuruan.
2.6 Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah kejuruan.
2.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah kejuruan.
2.8 Memantau pelaksanakan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah kejuruan.
  1. 3. Kompetensi Supervisi Akademik
3.1 Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.2 Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
3.4 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.5 Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.6 Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.7 Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
3.8 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
  1. 4. Kompetensi Evaluasi Pendidikan
4.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.3 Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.4 Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.
4.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah kejuruan.
  1. 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan
5.1 Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.
5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.
5.3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.
5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.
5.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.
5.6 Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan.
5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah kejuruan.
5.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah sekolah menengah kejuruan.
  1. 6. Kompetensi Sosial
6.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
6.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.

Biro Hukum dan Organisasi

Departemen Pendidikan Nasional,

Kepala Bagian Penyusunan Rancangan

Peraturan Perundang-undangan dan

Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H.

NIP 131479478

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 12 TAHUN 2007

TENTANG

STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

Dikutip Oleh :

Drs. JAHIDIN, M.Pd.

NIP : 19610512 199003 1 004

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA

SLB-ABC MUHAMMADIYAH BANJARSARI

KABUPATEN CIAMIS

2009

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 16 TAHUN 2007

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 13 TAHUN 2007

STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 12 TAHUN 2007

Dikutip Oleh :

Drs. JAHIDIN, M.Pd.

NIP : 19610512 199003 1 004

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA

SLB-ABC MUHAMMADIYAH BANJARSARI

KABUPATEN CIAMIS

2009

DAFTAR ISI

Halaman

1. Permendiknas RI No. 16 Th. 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan   Kompetensi Guru…………………………………………………………………..    1

2. Permendiknas RI No. 13 Th. 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan   Kompetensi Kepala Sekolah………………………………………………………   10

3. Permendiknas RI No. 12 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan   Kompetensi Pengawas Sekolah…………………………………………………………………    16

  1. 1. PERMENDIKNAS NO. 18 TAHUN 2007 TENTANG

SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

  1. 2. PERATURAN PEMERINTAH NO. 41 TAHUN 2009 TENTANG

TUNJANGAN PROFESI GURU DAN DOSEN, TUNJANGAN KHUSUS GURU DAN DOSEN, SERTA TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR

  1. 3. PERATURAN MENDIKNAS NO. 11 TAHUN 2008 TENTANG                                                  PERUBAHAN PERATURAN MENDIKNAS NO. 18 TAHUN 2007 TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN
  1. 4. PERMENDIKNAS NO. 10 TAHUN 2009 TENTANG

SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

Dikutip Oleh :

Drs. JAHIDIN, M.Pd.

NIP : 19610512 199003 1 004

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT

BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA

SLB-ABC MUHAMMADIYAH BANJARSARI

KABUPATEN CIAMIS

2009

Share this:

Like this:

Be the first to like this.
8 Comments »

8 Responses to “STANDAR KOMPETENSI GURU, STANDAR KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH, STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS (PERMENDIKNAS NO 12, 13, DAN 16)”

  1. ADRIANSON YAYAN,S.Pd. Says:
    January 20, 2012 at 1:36 pm tks….infonya……moga guru2 dpt memenui smuanya itu…slmat….

  2. abdul manan Says:
    March 23, 2012 at 9:08 pm Terima kasih infonya, tentu sangat banyak pengetshuan yang di dapat oleh para gutu , kepala sekolah dan pengawas semoga mereka dapat mempedomaninya

  3. thiago Says:
    April 2, 2012 at 8:44 am kalu kusus guru agama di sekolah ato guru fiqh di madrsah ada ndak?

Leave a Reply

Follow

Follow “Jahidinjayawinata61’s Blog”

Get every new post delivered to your Inbox.

Standar Kompetensi Guru

standar Kompetensi Guru

Prediksi UKG

Prediksi Soal UKG 2012

PREDIKSI  SOAL UKG 2012

1.  1.     Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2010-2014, untuk dapat memberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalah pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dilakukan melalui pendayagunaan ICT di bidang pendidikan yang mencakup peran dibawah ini, kecuali …..:a.   ICT Sebagai Substansi Pendidikan,b.   Alat Bantu Pembelajaran, Fasilitas Pendidikan,c.    Standar Kompetensi, Penunjang Administrasi Pendidikan,

d.   Alat Bantu Manajemen Satuan Pendidikan, Dan Infrastruktur Pendidikan.

e.   Pengembangan bakat dan daya kreatifitas siswa

2.   2.     Pemanfaatan fasilitas internet dalam pembelajaran yang digunakan untuk berkorespondensi antara seseorang dengan lainnya di mana pun dan kapan pun meraka berada. Dengan fasilitas ini mereka dapat saling mengirim dan menerima surat, gambar, suara, dan video. Fasilitas ini dapat pula mengirim lampiran berupa file yang berisi teks atau gambar. Selain itu, dengan fasilitas ini, pengguna dapat pula mengarsipkan surat-surat yang diangap penting dengan menyimpannya pada folder yang disediakan untuk itu disebut dengan…a.     Teleconverenceb.b.    Emailc.c.    Website

d.     Chatting

e.     Browsing

3.   3.     Kegiatan guru dalam: melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam; belajar dari aneka sumber; menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; memfasilitasi terjadinya interaksi antar-peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan disebut kegiatan……………a.   Elaborasib.b.  Eksplorasic.c.  Konfirmasi

d.   Browsing

e.   Contextual teaching learning

4. Salah satu contoh kegiatan guru dalam kegiatan elaborasi dalam komunikasi pembelajaran dengan para siswa, yaitu ……..a.     Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,  isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,b.    Menfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.c.     Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,d.     Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,e.    Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar
5.  Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal, yaitu dengan alur sebagai berikut ….a.   memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon; 2. penyiapan kondisi psilogis peserta didik  3.respons peserta didik untuk merespons; 4. reaksi guru terhadap respons peserta didik.b.    reaksi guru terhadap respons peserta didik; 2. penyiapan kondisi psilogis peserta didik, 3. memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon; 4. respons peserta didik untuk merespons;c.    memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon; 2. respons peserta didik untuk merespons; 3. reaksi guru terhadap respons peserta didik; 4. penyiapan kondisi psilogis peserta didik

d.   memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon; 2. respons peserta didik untuk merespons; 3. reaksi guru terhadap respons peserta didik; 4. penyiapan kondisi psilogis peserta didik.

e.       1. penyiapan kondisi psilogis peserta didik, 2. memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespon; 3. respons peserta didik untuk merespons; 4. reaksi guru terhadap respons peserta didik.

6.  Dalam kaitannya dengan upaya untuk memotivasi belajar siswa dan agar proses pembelajaran berlangsung efektif, maka guru perlu mengacu pada….a.       Metode pembelajaranb.      Pendekatan pembelajaranc.       Strategi pembelajarand.      Gaya pembelajarane.      Kemampuan belajar
7.        Standar ketuntasan minimal belajar (SKMB) ditentukan oleh faktor-gaktor di bawah ini .a.        Intake Siswab.b.         Tingkat kesulitanc.c.          Sarana pendukung

d.        Bakat dan Minat siswa

e.        Intake siswa, Tingkat Kesulitan Dan Sarana Pendukung

8.        Jenis-jenis pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:a.        fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikapb.        fakta, konsep, prinsip, definisi, aksiomac.        fakta, konsep, prinsip, definisi, prosedurd.        fakta, konsep, definisi, aksioma, prosedure.        konsep, definisi, aksioma, prosedur, fungsi
9.    Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat mengacu pada  rumusan….a.        kompetensi dasarb.        standar kompetensic.        indikator

d.        metode pembelajaran

e.        sumber belajar

10.     Dibawah ini merupakan pengidentifikasian materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar :1.    potensi peserta didik, karakteristik mata pelajaran, relevansi dengan karakteristik daerah2.     tingkat perkembangan fisik intelektual, emosional, social dan spiritual peserta didik3.     kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran4.     kemampuan guru dan ketersediaan referensi5.     relevansi dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan lingkungan dan alokasi waktu6.        dana yang tersediaDalam mengidentifikasi materi pembelajaran yang diampu,guru harus memperhatikan antara lain nomor….

a.        1, 2, 3, 4

b.        2, 3, 5, 6

c.        1, 2, 3, 5

d.        1, 2, 4, 5

e.        3, 4, 5, 6

11.     Upaya guru dalam memanfaatkan hasil analisis untuk menentukan ketuntasan belajar antara lain sebagai berikut……..a.        menentukan kriteria keberhasilan belajarb.        mengklasifikasi siswa berdasarkan hasil capaian belajarnyac.        mencari letak kelemahan secara umum dilihat dari kriteria keberhasilan yang diharapkan

d.        merencanakan pengajaran remidi

e.        mengadakan tes remidi

12.     Upaya merancang pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar optimal tampak dalam kegiatan guru sebagai berikut:a.        memberikan tambahan materi berupa sumber ajar dari pengarang yang berbedab.        memberikan tes tambahan dengan tingkat kesukaran yang lebih tingic.        memberikan tambahan sumber bacaan yang lebih mendalam dan tingkat variasi yang tinggi berikut instrumen tesnya yang sesuai

d.        diberikan materi bahan ajar yang lebih tinggi tingkatannya dan pengerjaan soal-soalnya yang memiliki kesulitan tinggi

e.        memberikan tambahan materi berupa sumber ajar dari penerbit yang berbeda

13.     Dalam melakukan evaluasi proses dan hasil belajar, seorang guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:a.     Semua indikator ditagih dengan berbagai teknik penilaian, analisa hasil penilaian, melaksanakan program perbaikan dan pengayaanb.     Melaksanakan program perbaikan dan pengayaan, analisa hasil penilaian, sebagian indikator ditagih dengan berbagai teknik penilaianc.     Analisa hasil penilaian, belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan, semua indikator ditagih dengan berbagai teknik penilaiand.    Melaksanakan hasil penilaian dan melaksankan program perbaikan dan pengayaane.    Semua indikator ditagih dengan berbagai teknik penilaian dan melaksanakan analisa hasil penilaian
14.     Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran, guru bersama peserta didik melakukan kegian refleksi. Hal ini dilaksanakan untuk….a.    mengukur ketuntasan peserta didikb.    mengukur efektivitas proses pembelajaranc.    mengukur hal-hal yang belum dipahami peserta didik

d.    menentukan langkah-langkah pertemuan berikutnya

e.    mengetahui materi yang belum terbahas dalam proses pembelajaran

15.     Penilaian diatur dalam permendiknas RI Nomor …………..a.    Permendiknas RI Nomor 16 tahun 2007b.    Permendiknas RI Nomor  20 tahun 2007c.    Permendiknas RI Nomor  41 tagun 2007

d.    Permendiknas RI Nomor 13 tahun 2007

e.    Permendiknas RI Nomor 19 tahun 2007

16.     Untuk menghindari penilaian yang subjektif dan untuk memudahkan guru dalam menilai prestasi yang dicapai peserta didik, maka dalam penilaian ranah psikomotor guru menggunakan….a.     soal pilihan gandab.     soal jawaban singkatc.     soal uraian objektif

d.     kriteria

e.     tes performance

17.     Penilaian portofolio dapat dilaksanakan dengan cara….a.     memberikan penilaian menyeluruh terhadap tugas-tugas peserta didikb.    mengumpulkan lembaran-lembaran jawaban hasil tes harian dan ulangan akhir semester tiap peserta didikc.    mengumpulkan hasil kerja masing-masing peserta didik yang telah diberikan masukan baik oleh guru dan rekan peserta didik dalam suatu album sebagai bukti hasil belajar

d.    mengumpulkan lembaran-lembaran jawaban hasil ulangan tiap peserta didik untuk melihat kesulitan peserta didik dalammemahami pokokbahasan tertentu dankemudian diberikan pembelajaran dan tes remidi

e.    mengumpulkan lembaran-lembaran hasil pekerjaan tugas, gambar-gambar dan hasil ulangan tiap peserta didik

18.     Dalam mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, harus memperhatikan….a.    substansi, konstruksi, bahasab.    substansi, konstruksi, validitas, skorc.     substansi, bahasa konstruksi, skor

d.     substansi, validitas, bahasa, reliabilitas

e.     substansi, konstruksi, validitas, reliabilitas

19.     Di bawah ini yang merupakan ciri dari penilaian kelas adalah….a.    Penentuan tujuan tes, penyusunan kisi-kisi tes, penulisan soal, penelaahan soal, perakitan soal, analisis soalb.     Penyusunan kisi-kisi tes, penulisan kartu soal, penelaahan soal, perakitan soal, penyajian tes, skoring, pelaporan hasil tesc.     Belajar tuntas, penilaian otentik, berkesinambungan berdasarkan acuan norma, menggunakan berbagai teknik dan instrument penilaian

d.    Belajar tuntas, penilaian otentik, berkesinambungan berdasarkan acuan kriteria, menggunakan berbagai teknik dan instrument penilaian

e.        Tes tertulis, tes lisan, tes praktik atau teskinerja, tugas proyek, portofolio

20.     Pernyatan-pernyatan di bawah ini yang betul adalah….a.  Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan laporan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaranb.    Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan dalam bentuk penugasan, ulangan harian, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolahc.     Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran dan tanpa memperhatikan hasil penilaian oleh pendidik

d.   Kriteria kelulusan Ujian Nasional (UN) dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan surat keputusan kepala satuan pendidikan

e.   Ujian sekolah mencakup semua mata pelajaran kelompok IPTEK, agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian

21.     Untuk memperoleh penilaian hasil belajar yang baik meliputi aspek….a.        kepribadian, kognitif, afektifb.        kognitif, kepribadian, psikomotorc.        afektif, kognitif, mental

d.        kognitif, psikomotor, afektif

e.        psikomotor, kognitif, minat

22.     Upaya guru dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman  belajar yang telah dialami yang paling optimal adalah dengan cara….a.    guru memberikan tes atau pekerjaan rumah setiap akhir pelajaranb.    guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat penelusuran saat pembelajaran berlangsungc.     guru mewawancarai tiap siswa tentang capaian atau masalah belajar yang dihadapi siswa dalam belajar

d.    guru menugaskan siswa untuk menuliskan kesulitan siswa dalam belajar

23.     Penilaian proses secara berkesinambungan oleh guru dapat dilakukan dengan cara…..a.    memberikan penilaian terhadap aktivitas, tahap kemajuan dan hasil kerja siswa dari proses belajar di kelas maupun di luar kelas.b.    memberikan pre test maupun pos testsecara tertulis setiap kali proses pembelajaranc.     mengadakan ulangan harian rutin secara terjadwal

d.    mengadakan ulangan harian tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada siswa

e.    mengadakan ulangan tengah semester dan akhir semester

24.     Penilaian merupakan salah satu proses penting dalam penilaian. Prinsip-prinsip penilaian yang harus dipedomani adalah  penilaian harus dilaksanakan secara….a.    sahih (valid), adil, terbuka, bermakna, menyeluruh, terpadu, berkesinambungan, objektif, efisien dan efektif, sistematis, akuntabelb.    terbuka, bermakna, adil, sahih (valid), efisien dan efektif, menyeluruh, terpadu, akuntabel, menggunakan acuan normac.    sahih (valid), adil, terbuka, bermakna, objektif dan efisien, berkesinambungan, terpadu, menyeluruh

d.    terbuka, adil, bermakna, menyeluruh, objektif, efektif dan efisien, terpadu, berkesinambungan, adil

e.     sahih (valid), adil, objektif, terbuka, bermakna, menyeluruh, berkesinambungan, terpadu, sistematis, menggunakan acuan kriteria, akuntabel

26.     Sebelum merumuskan tujuan pembelajaran, hal yang harus dilakukan adalah :a.    Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakanb.    Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoranc.    Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.d.    Menentukan metode pembela-jaran yang akan digunakane.     enentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun)
27.  Dalam merumuskan tujuan pembelajaran hal yang perlu diperhatikan adalah :a.    Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkanb.    SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun)c.    Alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan

d.    Kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran

e.    Identifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus

28.  Sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi adalah :a. Standar Kompetensib. Kompetensi Dasarc. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

d. Kompetensi

e. Standar Kompetensi Lulusan

29.   Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu adalah :a.  Standar Kompetensib.  Kompetensi Dasarc.  Standar Kompetensi Mata Pelajaran

d.  Kompetensi

e.  Standar Kompetensi Lulusan

30.     Dalam mengembangkan penilaian hendaknya memperhatikan prinsip berikut ini, kecuali.a. Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu, sehingga penilaian berjalan bersama dengan  proses pembelajaranb. Mengembangkan tugas penilaian yang bermakna, terkait langsung dengan kehidpan nyatac. Mengembangkan berbagai strategi yg mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri

d.   Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program  pembelelajaran  untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar

e.   Melakukan penilaian kelas secara acak terhadap SK dan KD

31.     Menerapkan suatu prinsip (applying a principle), membuat model (model building), mengevaluasi (evaluating) , merencanakan (planning), memperhitungkan / meramalkan kemungkinan (extrapolating), meramalkan (predicting), menduga / mengemukan pendapat / mengambil kesimpulan (inferring) temasuk Klasifikasi Kata Kerja Operasional Sesuai dengan Tingkat Berpikira. Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval)b. Memproses (processing):c. Menerapkan dan Mengevaluasi

d. Perilaku yang Kreatif

e. Perilaku-perilaku Kompleks, Masuk Akal, dan bisa mengambil /pertimbangan /keputusan (complex, logical, judgmental behaviors)

32.     Dalam mengembangkan indikator hendaknya :a.   Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materib.  Adanya keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;c.    Adanya keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

d.   Sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi

e.    emperhatikan rujukan, objek, dan/atau alat/bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

33.     Mengsintesisikan (synthesize), mengelompokkan (group), menjelaskan (explain), mengorganisasikan (organize), meneliti /melakukan eksperimen (experiment), membuat analog (make analogies), mengurutkan (sequence) temasuk Klasifikasi Kata Kerja Operasional Sesuai dengan Tingkat Berpikira. Berhubungan dengan mencari keterangan (dealing with retrieval)b. Memproses (processing):c. Menerapkan dan Mengevaluasi

d. Perilaku yang Kreatif

e. Perilaku-perilaku Kompleks, Masuk Akal, dan bisa mengambil /pertimbangan /keputusan (complex, logical, judgmental behaviors)

34.     Dalam menentukan materi pokok (lesson content) hendaknya mencakup sebagai berikut :a.   Berisikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap atau fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang  harus dipelajari siswa dalam rangka menguasi standar kompetensi dan kompetensi dasar.b.   Berisi garis besar model, pendekatan, strategi, metode, atau teknik pembelajaran yang digunakan yang memungkinkan siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, termotivasi, menaruh minat, tertantang untuk menemukan sendiri pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan yang harus dikuasai.c.    Berisi bagaimana proses dan hasil belajar akan dievaluasi atau dinilai.

d.   Berisi  alokasi waktu yang diperlukan untuk mempelajari setiap standar kompetensi.

e.    Berisi  bahan rujukan (literature) dan sumber belajar lainnya.

 

35.  Dalam mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar hendaknya mempertimbangkan berikut ini, kecuali ….a.    Potensi peserta didik;b.     Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik ;c.     Kebermanfaatan bagi pendidik/guru;d.     Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran;

e.    Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, khususnya dunia kerja;

36.     Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung-jawabPernyataan tersebut diatas sesuai dengan prinsip pengembangan kurikulum :a.     Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan senib.     Relevan dengan kebutuhan kehidupanc.     Menyeluruh dan berkesinambungand.     Beragam dan terpadue.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
37.     Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders)untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha/industri dan dunia kerja.Pernyataan tersebut diatas sesuai dengan prinsip pengembangan kurikulum :a.    Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan senib.     Relevan dengan kebutuhan kehidupanc.     Menyeluruh dan berkesinambungand.     Beragam dan terpadue.    Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
38.   Dalam menentukan tujuan khusus pembelajaran hendaknya memperhatikan berikut ini, kecuali…a.    Tujuan khusus pembelajaran (objective) yang relevan dengan standar kompetensi/kompetensi dasar.b.   Tujuan khusus pembelajaran berisikan perumusan tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diharapkan dikuasai siswa setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran( learner oriented).c.   Tujuan  khusus pembelajaran  bisa menyangkut aspek kognitif, psikomotorik, maupun afektif.d.   Dalam merumuskan tujuan khusus pembelajaran perlu digunakan kata-kata yang operasional yaitu kata-kata yang teramati dan terukur (observable and measurable).e.    Menentukan rincian materi (fakta, konsep, prinsip, prosedur) yang relevan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
39.     Merumuskan tujuan pembelajaran dilakukana. Setelah menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusunb. Setelah mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.c.  Setelah menentukan metode pembela-jaran yang akan digunakand. Setelah merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.e.  Setelah menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan
40.  Dalam menentukan rencana implementasi kegiatan pembelajaran perlu memperhatikan hal berikut, kecuali ………..a.  Tentukan model, pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.b.   Strategi yang dipilih hendaknya menantang, memotivasi, mendorong minat siswa untuk secara mandiri menemukan sendiri pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dikuasai (student centered learning).c.  Beberapa pendekatan yang dapat dipergunakan antara lain pembelajaran kontekstual, konstruktivisme, pembelajaran pemecahan masalah, pembelajaran individual, pembelajaran kooperatif, metode proyek, penugasan, dsb.d.   Menentukan rincian materi (fakta, konsep, prinsip, prosedur) yang relevan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.e.    Tentukan rencana kegiatan yang perlu dilakukan guru (menyiapkan, memotivasi dan menarik perhatian  siswa, manyajikan materi pelajaran baik secara suksesif maupun simultan menggunakan berbagai media dan metode dengan menerapkan prinsip perulangan, menugasi, memberikan umpan balik, memberikan tes, dan menentukan tindak lanjut (remedial dan pengayaan).
41.     Guru profesional  dituntut memahami karakteristik peserta didiknya agar dapat mencapai hasil yang optimal. Hal ini merupakan implementasi dari:a.    Kompetensi Kepribadianb.    Kompetensi Profesinalc.    Kompetensi Pardagogikd.    Kompetensi Sosiale.     Kompetensi Akademik
42.     Salah satu kegiatan guru untuk mengetahui tingkatan  penguasaan kompetensi prasyarat  peserta didik adalah …..a.    Melatih siswa mengerjakan soal ujian nasional.b.    Mengidentifikasi siswa yang mampu berbahasa Inggris.c.    Melakukan kegiatan pre testd.    Melakukan post test.e.    Melakukan ulangan harian  dadakan atau spontanitas.
43.  Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut :1.  Hindari saran dan pernyataan negatif yang dapat melemahkan semangat belajar siswa.2.  Ciptakan situasi kompetitif antar sesama siswa secara sehat.3.  Jatuhkan hukuman dan sanksi yang berat  atas kelalaian dan ketidaktaatan siswa yang melanggar.4.  Berikan penghargaan yang tulus terhadap peringkat kelas.Dari pernyataan tersebut di atas yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar  siswa yang memiliki motivasi dan minat belajar  rendah, adalah pernyataan :a.   1 dan 2b.    1 dan 3

c.     2 dan 3

d.    3 dan 4

e.     1 dan 4

44.    Pada setiap awal tahun pelajaran setiap guru membuat  peta Kompetensi Dasar untuk menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran.Dalam menentukan ketuntasan minimal setiap KD  harus memperhatikan Intake Siswa.Pernyataan berikut yang bukanfaktor utama untuk menentukan Intake siswa adalah …….a.    Data hasil seleksi Penerimaan Siswa Baru.b.    Nilai rapor kelas sebelumnya.c.    Tes seleksi masuk  atau hasil tes psikologis.d.    Nilai ujian Nasional bagi jenjang SMP.e.    Data pengelompokan sosial ekonomi orang tua
45.   Pak Dedi menemukan kasus kesulitan belajar yang dialami oleh siswanya ternyata disebabkan cara belajar yang salah. Langkah yang paling tepat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar  tersebut adalah….a.    Berikan kesempatan kepada siswa bersangkutan untuk mendikusikan aspirasinya secara rasional.b.    Tunjukkan akibat atau dampak cara belajar yang salah terhadap prestasi belajarc.     Ciptakan iklim sosial yang sehat antar guru  dengan siswa di dalam kelas.d.     Berikan kesempatan memperoleh pengalaman yang menyenangkan atau memperoleh sukses dalam belajar.e.        Ciptakan suasana yang kondusif sehingga tercipta kreatifitas siswa.
46. Perhatikan pernyataan berikut :1. Faktor –faktor situasi yang tidak kondusif yang dialami siswa2. Kapasitas belajar (tingkat kecerdasan ) umum terbatas/rendah3. Kapasitas belajar (bakat)  khusus tak sesuai dalam bidang tertentu.4. Populasi siswa di dalam kelas terlalu besar.Pernyataan di atas yang merupakan faktor penyebab kesulitan belajar yang bersumber dari dalam diri siswa adalah pernyataan….a.   1 dan 2b.   1 dan 3

c.    2 dan 3

d.   3  dan 4

e.   4  dan 2

47. Agar peserta didik dapat mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat, maka sekolah dalam memfasilitasi pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut harus memiliki fungsi ….a.    Penyaluran, pengembangan, edukatif, rekreatif dan religius.b.    Penyaluran, pengembangan, edukatif, rekreatif-kreatif, prestasic.   Penyaluran, pengembangan, edukatif, rekreatif-kreatif, prestasi dan ekonomis.d.   Prestasi, rekreatif –kreatif, edukatif, dan   produktif.e.   Prestasi, pengembangan, edukatif, dan ekonomis.
48.Agar potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal, maka dalam kegiatan pengembangan diri  dapat difasilitasi melalui Bimbingan Konseling dan Kegiatan Ekstrakurikuler.Dalam KTSP kegiatan pengembangan diri yang diampu melalui Bimbingan Konseling   meliputi 4 hal ialah :a.   Layanan pribadi, sosial, belajar dan intelegensi.b.   Layanan pribadi, sosial, karir dan intelegensi.c.    Layanan pribadi, sosial, karir dan belajard.    Layanan pribadi, sosial, intelegensi dan  belajar.e.    Layanan sosial, karir,intelegensi dan belajar.
49. Pembelajaran bermakna memerlukan usaha yang sungguh-sungguh dari siswa untuk menghubungkan konsep baru dengan konsep relevan yang telah dimiliki sebelumnya. Usaha guru untuk mengetahui konsep awal yang dimiliki siswa adalah dengan . . .a.    siklus belajarb.    peta konsepc.    pembelajaran konsepd.    struktur kognitife.    pemrosesan informasI
50. Manakah diantara pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan model konstruktivis dalam mengajar?a.    Menyiapkan benda-benda nyata untuk dimanfaatkan siswa belajar.b.     Mengajarkan siswa untuk saling berinteraksi.c.     Membiasakan siswa berpikir dengan cara mereka sendiri.d.     Memberi tugas siswa untuk menghafal konsep tertentu*.e.     Menjelaskan suatu konsep secara detail.
51. Pembelajaran kontekstual dianggap pembalajaran yang bersifat mendidik, hal itu disebabkan karena karakteristik pembelajaran tersebut adalah . . .a.    membangkitkan minat siswab.    merangsang siswa lebih aktif belajarc.     memberi kesempatan siswa berkreasid.     membiasakan siswa belajar sesuai dengan lingkungane.    menantang siswa untuk selalu belajar
52. Indikator dalam RPP dikembangkan berdasarkan . . .a.   standar kompetensi.b.    kompetensi dasarc.     materi pembelajaran.d.     strategi pembelajaran.e.    metode pembelajaran.
53. Bagaimana pendapat saudara bila menjumpai seorang rekan guru di sekolah yang menggunakan televisi sekolah untuk pembelajaran bahasa?a.    Setuju karena dapat melatih siswa mengamati gerak bibir presenter.b.    Sangat setuju karena televisi adalah media pembelajaran yang menyenangkan.c.    Kurang setuju karena acara televisi sering tidak atau kurang mendidik.d.    Setuju dan tidak setuju bergantung pada kompetensi yang hendak dicapai dalam pembelajarane.     Sangat tidak setuju karena dapat memecah perhatian siswa dalam mengikuti pembalajaran.
54.   KTI hasil penelitian tindakan kelas (PTK) makin banyak dipakai sebagai kegiatan pengembangan profesi  guru, hal ini karena…………, KECUALI ……………..a.      Para guru memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi, adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya. Dan ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. Bagi sebagian besar guru, melakukan kegiatan seperti itu, sudah biasa dilakukanb.      Kegiatan PTK, harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah, karena hanya dengan cara itu, mereka akan dapat mengembangan profesinya.c.      Kegiatan PTK dapat berupa pelaksanaan penelitian tindakan di dalam kelas yang diyakini makin layak untuk menjadi prioritas pada kegiatan pembelajaran, tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran adalah dengan “menguji atau menerapkan” hal-hal baru” dalam praktik pembelajarannya.d.     Banyak inovasi baru dalam pembelajaran, terutama dalam praktik pembelajaran (misalnya penerapan teori konstruktivistik dalam upaya mendukung pelaksanaan KBK) memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran.e.      Sebagian besar guru yang telah mencapai golongan IV/a ke atas
55.  Standar Nasional Pendidikan Republik Indonesia terdapat dalam …….a.    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003b.    Permendikan Nomor 22 Tahun 2006c.    Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006d.   Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007e.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
56.   Pandangan belajar sebagai perubahan tingkah laku yang relatif permanen merupakan pandangan belajar yang dipergunakan oleh teori belajara.    Behaviorismeb.   Cognitivismec.    Behavionisme dan Cognitivismed.    Semua benare.    Convergensi
57.   Seorang guru merancang peralatan isi pembelajaran dengan menggunakan peta konsep sebagai strategi untuk memudahkan belajar siswa keputusan guru tersebut menerapkan teori :a.   Behaviorsmeb.    Dognitivismec.    Behavionisme dan dognitivismed.    Konstruktivisme
58.    Pengetahuan adalah subyektif dan dibangun oleh individu berdasarkan  pengalaman sehari-hari. Pernyataan ini disampaikan oleha.   Behaviorisb.   Kognitivisc.   Kognitivis Behaviord.   Konstruktivisme
59.   Mengapa peranan guru begitu penting dalam pembelajarana.    Perilaku guru sebagai panutan digugu dan ditirub.   Guru sebagai sumber ilmuc.    Keputusan tindakan memerlukan jenis dan kreativitas belajar siswad.    anpa guru proses belajar siswa terganggu
60. Pemahaman teori belajar penting untuk dipakaia.   Menambah wawasan modul pembelajaranb.   Sebagai bahan penunjang pembelajaranc.    Dasar pengembangan model pembelajarand.    Sebagai acuan untuk memilih media
61. Learning dalam behaviorisme menekankan adanya :a.   Perubahan perilakub.    Interaksi terus-menerusc.    Pemaknaan informasi barud.   Perubahan pengetahuan
62. Menurut konstruktivisme, pengetahuan tentang :a.   Hasil dari interaksi dan paradigma Stimulus – Responsb.   Hasil konstruksi yang dibangun sendiri oleh pembelajarc.    Hasil kerja kelompok yang selalu bertambahd.    Hasil temuan mata aturan yang menjadi sumbernya
63.   Praktek proses sangat cocok untuk matpela.   Ketrampilanb.   Sainsc.   Sastrad.   Ilmu sosial
64.  Tidak termasuk dalam ranah kompetensi kepribadian seorang guru adalah bicara santun namun efektif..a.    Kepada murid dan sejawatb.    Kepada KS maupun orang lainc.     Dalam rapat guru maupun di kelasd.     Komunikasi dalam penelitian
65.  Tidak termasuk dalam komponen mengajar seorang guru, adalah kemampuan …a.    Menyusun dan mengembangkan alat evaluasib.    Menggunakan/memanfaatkan media pembelajaranc.    Berkomunikasi secara santun namun efektif dengan murid dan pengawasd.    Menanamkan kebiasaan tidak boleh mencontoh saat ulangan
66.    Seorang guru berencana membeli dan membaca buku tentang asesment pembelajaran. Rencana tersebut menunjukkan keinginan guru mengembangkan ciri:a.   Kompetensi pedagogicb.   Kompetensi sosialc.    Kompetensi kepribadiand.    Kompetensi professional
67.   Keinginan dan usaha untuk tidak terlambat datang ke sekolah merupakan ranah:a.   Kompetensi sosialb.   Kompetensi kepribadianc.   Kompetensi profesionald.   Kompetensi pedagogic
68.   Dalam satu sekolah beberapa orang guru sebidang bekerja dan merancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses hasil pembelajaran. Kegiatan tersebut merupakan usaha guru untuk mengembangkan diri ranah:a.  Kompetensi sosial dan pedagogicb.  Kompetensi profesional dan pedagogicc.   Kompetensi kepribadian dan profesionald.   Kompetensi kepribadian dan social
69.   Seorang guru menyusun RPP harus dilandasi kesadaran bahwa :a.    RPP merupakan bagian dari administrasi sekolahb.   Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang harus direncanakanc.    RPP merupakan bagian kelengkapan Portofolio sertifikasid.    Proses pembelajaran merupakan proses yang harus didokumentasi
70.   Seorang guru yang perokok membiasakan diri untuk tidak merokok di kelas, di ruang guru, di ruang tatib sekolah, dan di ruang BK maupun dalam rapat guru. Guru perokok tersebut tengah mengembangkan diri dalam ranah tersebut tengah mengembangkan diri dalam ranaha.  Kompetensi profesionalb.  Kompetensi kepribadianc.  Kompetensi sosiald.  Kompetensi pedagogic
71.   Paikem adalah pembelajaran yang :a.   Efektif, intrinsik, komunikatif, efektif dan menyenangkanb.   Aktif, inovatif, kreatif, edukatif dan menyenangkanc.   Aktif, inovatif, kreatif, efektif  dan menyenangkand.   Pembelajaran Aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
72.  Expert group pada belajar korperatif mendiskusikana.    Masalah tiap-tiap kelompok yang adab.    Masalah tiap-tiap kelompok beda dari tiap-tiap kelompokc.    Masalah tiap-tiap yang didiskusikan pada kelompokd.    Masalah dari tiap-tiap kelompok secara mendalam
73.   Untuk mendorong dan membuat siswa menjadi lebih aktif dan terbuka untuk memberi jawaban secara sukarela guru dapat menerapkana.   Brain stormingb.   Concept mappingc.   Quickstioningd.   Role playing
74.  Problem salving dan discovery learning dapat meningkatkan kerampilan siswa dalam hal :a.   Individual thinkingb.   Direct thinkingc.   Critical thinkingd.    Personal thinking Pemilihan
75.     Pemilihan satu modul pembelajaran terutama dilakukan berdasarkana.    Standar kompetensi, ciri mata pelajaran atau pokok bahasanb.   Teori yang dipahami guruc.    Keinginan dan putusan bersamad.   Tersedianya waktu dan dana yang ada
76.    Prinsip Coorperatif Learning, kecualia.   Kerja sama mencapai tujuanb.   Kemampuan kerja individuc.   Saling interaksid.   Saling tergantung tapi saling memberi:
77.   Memilih media, mempertimbangkana.  Kesesuaian media dengan tujuan, materi dan perkembangan siswab.  Kecanggihan mediac.   Keseuaian media dengan paradigma pembelajarand.   Kelengkapan dan kualitas media
78.   Guru menggunakan media dalam mengajar karenaa.   Tuntutan kurikulumb.  Anjuran KSc.   Media membatu siswa agar lebih mudah memahamid.    Keberadaan media mengurangi beban tugas guru
79.  Penggunaan Media efektif  bilaa.   Dapat membantu guru mempercepat materib.   Dapat meningkatkan motivasi siswa melalui bermainc.   Dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswad.   Dapat menyelesaikan materi ajar melebihi target
80.   Keuntungan media di buat guru, kecuali:a.   Sesuai dengan tingkat/karakteristik belajarb.   Sesuai dengan tingkat tujuan yang dicapaic.    Sesuai dengan tingkat karakteristik gurud.    Sesuai dengan materi yang disajikan
81.   Setelah membaca teks siswa diharapkan mengidentifikasikan sedikitnya 5 kata kerja dengan tepat untuk itu guru menggunakan media teks, pertanyaan ini berkaitan dengan kriteria …a.   Kesesuaianb.   Tingkat kesulitanc.   Ketersediaand.   Kualitas teknis
82. Media yang kita gunakan di kelas hndaknya memiliki tingkat kejelasan bagisiswa termasuk tulisan guru harus bisa dibaca oleh siswa. Ini berkaitan dengankriteria :a.  Kesesuaianb.  tingkat kesulitanc.   ketersediaand.  kualitas teknis
83.   Hasil kegiatan berikut yang paling tepat diukur dengan non tes adalah :a.  kemampuan siswa memahami materib.  keaktifan siswa belajar di kelasc.  keaktifan siswa menulis karangand.  ketrampilan siswa menulis paparan / cerita
84.  Penilaian dengan portofolio bertujuan untuk mengetahui perkembangan :a.  kemampuan memahami materib.  siswa mengerjakan tugasc.  kerajinan dan kreatifitas siswad.  hasil belajar siswa secara keseluruhan
85.   Kegiatan belajar berikut yang tepat dievaluasi tes kinerja..a.   Berhitung (matematika)b.   Memecahkan masalahc.   Melakukan percobaand.    Membuat karya tulis
86.  Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas, seorang guru melakukan kegiatan berikut1.Menganalisis hasil ujian siswa sebelum menentukan jumlah siswa yang belum tuntas2.Memisahkan siswa yang nilainya di atas dan di bawah standar kemudian memilih metode mengajar yang berbeda untuk kedua kelompok.3.Melakukan refleksi terhadap kelemahan metode yang digunakan dan memperbarui pada pelajaran berikutnya4.   Menerapkan metode mengajar bagi siswa yang menjalani remidiKegiatan yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran guru di kelas adalah :a.        1, 2, 3b.        1 dan  2

c.        2 dan 4

d.        1, 2,  3 dan 4

87.    Kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan kelanjutan kecakapan hidup  ( life skill) bagi anak didik adalah ……………a.   mempresentasikan hasil diskusib.   membuat karya tulisc.   membuat modeld.   kerjasama dengan kelompok.
88.  Dalam mengembangkan alat evalusi guru harus memperhatikan :a.  kompetensi dasar, indikator, dan materi ajar dan SKBM.b.  kesesuaian dengan materi ajar, soal harus mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.c.  Hasil belajar soal hrs dibuat sedemikian rupa, agar sebagian besar siswa mencapai standar ketuntasan belajar minimal (SKBM)d.   Analisis hasil evaluasi tdk harus dilakukan karena nilai yg diperoleh rata-rata dengan nilai ujian pada materi selanjutnya
89.    Pernyataan berikut yang benar tentang assesment adalah :a.  proses  pengukuran tes untuk mengetahui tkt pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran.b.  proses pengumpulan informasi tentang peserta didik berkenaan dengan apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan.c.  melakukan penilaian kemampuan siswa menerima pelajarand.  proses  penilaian tkt kecerdasan siswa.
90.   Tulisan karya ilmiah skripsi, thesis, desertasi tergolong karya ilmiah yang :a.   disajikan dalam bentuk artikel atau makalahb.  ditulis berdasarkan bukan hasil risetc.   kajian ilmiah yang ditulis dari hasil risetd.   berupa kajian teoritis
91.   Langkah-langkah PTK dapat dilakukan sebagai berikut………………a.   Perencanaan –Observasi- Pelaksanaan –  Refleksib.   Refleksi – Perencanaan – Observasi – Pelaksanaanc.   Observasi – Perencanaan – Pelaksanaan – Refleksid.   Perencanaan – Pelaksanaan – Observasi – Refleksi
92.    Apakah Yang Dimaksud Dengan KTI yang APIK?a.    PTK harus mampu menunjukkan bahwa kegiatan PTK memang benar-benar telah dilakukan oleh guru yang bersangkutan.b.    PTK yang dilakukan benar-benar mempunyai manfaat.c.    PTK harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiahd.    KTI guru hendaknya berkaitan dengan matapelajarannya dan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar di kelasnya.e.    Asli, Perlu, Ilmiah, Konsisten
93. PTK bersifat kontektual untuk perbaikan PBM kelas artinya…a.    Nilai percakapan belum meningkatb.   Terkait dengan permasalahan pada konteks sesungguhnya pada waktu melaksanakan PBM dalam kelasc.    Terkait dengan perenungan di luar kontek, sehingga pada waktu ,elaksanakan PBM di dalam kelasd.   Terkait dengan permasalahan pada kontk sesungguhnya pada waktu di luar jam pelajaran
94.   Prosedur penilaian pemerolehan belajar, proses kemajuan belajar dan kinerja siswa dengan berbagai alat dikenal sebagai :a.   Authentic materialb.   Authentic learningc.   Authentic assessmentd.   Authentic data
95.    Salah satu prinsip merancang program remedial bagi peserta didik tampak dalam kegiatan guru….a.     membuat rancangan pembelajaran khusus untuk peserta didik sebagai peserta remedialb.    menggunakan rancangan pembelajaran yang telah dibuat dengan memperhatikan hasil temuan analisis evaluasi belajar peserta didikc.    menggunakan rancangan pembelajaran baru yang berbeda sama sekali dengan rancangan yang adad.   merencanakan tes ulang saja tanpa ada pengulangan penjelasan materie.    menggunakan rancangan pembelajaran berdasarkan bahan ajar belajar peserta didik
96.    Standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan  pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan disebut ……..a.    Standar Proses;b.    Standar Kompetensi Lulusan;c.    Standar Sarana Dan Prasarana;d.    Standar Pengelolaan;e.     Standar Penilaian Pendidikan
97. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:a.   Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik;b.   Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan; Danc.    Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintahd.    Penilaian Hasil Belajar Oleh Masyarakate.    Jawaban A, B dan C Benar
98.   “Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Kalimat tersebut adalah ……………….A.   Fungsi dan tujuan pendidikan nasionalB.   Fungsi pendidikan nasionalC.    Tujuan pendidikan nasionalD.    Sasaran pendidikan nasionalE.    Arah kebijakan pembangunan nacional
99.  Sedangkan standar nasional pendidikan RI dituangkan dalam ……………….a.   Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005b.   Permendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007c.   Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007d.   Permendiknas RI Nomor 32 Tahun 2005e.    Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005
100.  Memahami peserta didik secara mendalamA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
101.    Seorang guru mampu Mampu merancang pembelajaran, memahami landasan pendidikanA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
102.  Seorang guru mampu Mampu melaksanakan pembelajaranA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
103.   Seorang guru mampu Mampu merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaranA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
104.  Seorang guru mampu Memfasilitasi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensiA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Kewirausahaan
105.  Seorang guru mampu Menguasai substansi keilmuan yang terkait bidang studiA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Supervisi
106.   Seorang guru mampu Menguasai struktur dan metode keilmuanA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
107.  Seorang guru mampu Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladanA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
108.   Seorang guru mampu Memiliki kepribadian yang arifA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
109.   Seorang guru mampu Mampu berkomunikasi dan bergaul efektif dengan peserta didikA.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial
110.   Seorang guru mampu berkomunikasi dan bergaul efektif dengan sesama pendidik di sekolahnya, termasuk……..A.        Kompetensi PedagogikB.        Kompetensi KepribadianC.        Kompetensi ProfessionalD.       Kompetensi SosialE.        Kompetensi Manajerial

112.    Manfaat Penetian Tindakan Kelas (PTK) adalah (1) meningkatkan proses belajar mengajar, (2) menggunakan rancangan yang bersifat siklus di mana setiap siklus memperhatikan perubahan langkah demi langkah, dan (3) mencakup proses refleksi dan partisipatif, kecuali …….

A.     meningkatkan proses belajar mengajar

B.     menggunakan rancangan yang bersifat siklus

C.     mencakup proses refleksi

D.     menggunakan metodelogi terbaru

113.    Prinsip yang paling penting dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah …….

A.     komitmen guru sebagai pengajar tidak terganggu

B.     metodologi tepat

C.     penggumpulan data sederhana

D.     laporan sederhana

114.    Penelitihan Tindakan Kelas (PTK) merupakan proses spiral yang terdiri dari empaat yaitu …….

A.     perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi

B.     perencanaan, penerapan, evaluasi, refleksi

C.     perencanaan, tindakan, refleksi, evluasi

D.     evaluasi, perencanaan, tindakan, refleksi

115.    Penelitian Tindakan kelas (PTK) mempunyai karakteristik sebagai berikut, kecuali …….

A.     didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru

B.     kolaborasi dalam pelaksanaannya

C.     bertujuan memperbaiki

D.     dilaksanakan dalam satu siklus

116.    Dalam penetian tindakan kelas, metode pengumpulan data diharapkan ……

A.     reliabel dan tidak mengganggu proses pembelajaran

B.     menggunakan waktu lama

C.     bervariasi

D.     sederhana

117.    Di bawah ini adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan tindakan, kecuali …..

A.        menganalisa masalah

B.        mempersiapkan fasilitas

C.        mempersiapkan instrumen

D.       mempersiapkan skenario

118.    Di bawah ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam penetapan fokus masalah, kecuali …….

A.   merasakan masalah

B.   analisis masalah

C.   perumusan masalah

D.   penerapan fokus

119.    Langkah-langkah Penetian Tindakan Kelas (PTK)  secara berurutan meliputi ……..

A.   penetapan fokus masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi dan refleksi.

B.   perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan intrepretasi dan refleksi

C.   perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi

D.  pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi dan refleksi.

120.    Hal yang terpenting pada setiap siklus pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah ……..

A.   dimonitor, dicatat hasil akhirnya

B.   dievaluasi dan dianalisis

C.  direfleksi dan diamati kembali

D.  diamati dan diperbaiki

121.    Dikaitkan dengan tanggungjawab guru terhadap pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat membantu guru untuk …….

A.   mengatasi masalah siswa

B.    memperbaiki pembelajaran

C.    berkembang secara profesional

D.    berkolaborasi dengan guru lain

122.    Ibu Siti terbiasa menganalisis pekerjaan siswanya untuk menemukan kesulitan yang ditemukan siswa dalam pelajaran bahasa indonesia. Dari hasil analisis tersebut, Ibu Siti juga mencoba menemukan kekuatan dan kelemahannya dalam mengajar. Jika anda menemuan kelemahan, segera dia mencoba mencari jalan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan Ibu Siti tersebut dapat dikatagorikan sebagai langkah awal dalam ………

A.   perkembangan profesional

B.    melakukan PTK

C.    memperbaiki pembelajaran

D.    menerapkan manfaat PTK

123.    Berikut ini adalah manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru, kecuali ………

A.    membantu guru memperbaiki pembelajaran

B.    memungkinkan guru berkembang secara profesional

C.    memungkinkan guru mengembangkan karir

D.   menambah rasa percaya diri

124.    Sekolah yang maju embawa dampak bagi kemajuan para guru. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, jika di suatu sekolah para guru terlatih melakukan Penelitian Tindakan Kelas(PTK), sekolah akan berpotensi untuk ……..

A.   meraih popularitas

B.   menghasilkan siswa teladan

C.    menerbitkan karya-karya penelitian

D.   menghasilkan berbagai teknik pembelajaran

125.    Ibu Ita, seorang guru IPS berpenampilan sangat energik, Ia sedang melakukan Penetian Tindakan Kelas (PTK). Hampir setiap hari dia sibuk untuk menganalisis hasil pekerjaan siswanya dan mencoba memberi komentar yang dapat mendorong siswa untuk bekerja lebih giat. Para siswa ternyata sangat antusias terhadap usaha Ibu Ita. Karena para siswa merasa pekerjaannya diperiksa dengan cermat, siswapun membuat pekerjaannya dengan cermat pula. Siswa merasa bahwa ia selalu harus bekerja cermat sebagaimana Ibu Ita memeriksa pekerjaannya dengan cermat pula. Ilustrasi di atas menggambarkan manfaat Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) bagi siswa, dalam hal ini ……..

A.  Perilaku guru yang melaksanakan PTK menjadi model bagi siswa

B.   Guru Mendorong siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya

C.    Siswa termotivasi oleh cara guru mengajar

D.   Siswa dapat memperbaiki proses dan hasil belajarnya

126.    Guru yang tampil melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) akan merasa lebih percaya diri. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut, kecuali ……

A.    Munculnya perasaan lebih mampu dibandingkan teman sejawat yang lain

B.     Berkembangnya kemampuan guru dalam pembelajaran

C.     Tumbuhnya rasa puas terhadap pembelajaran yang dikelola

D.     Munculnya perasaan mampu Memecahkan masalah sendiri

127.    Keterbatasan Penetian Tindakan Kelas (PTK) terutama terletak pada …….

A.     metodologi

B.     validitas

C.     instrumen yang digunakan

D.     reliabilitas hasil yang dicapai

128.    Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tidak mempunyai daya generalisasi karena …..

A.    sampel terbatas pada kelas yang diajar

B.     masalah yang diteliti sangat spesifik

C.     metodologi sangat longgar

D.    PTK dilakukan oleg guru, bukan oleh peneliti

129.    Agar Penetian Tindakan Kelas (PTK) dapat diterapkan secara melembaga diperlukan berbagai kondisi atau persyaratan. Kondisi tersebut antara lain sebagai berikut , kecuali ……….

A.    adanya kebebasan bagi para guru untuk berinovasi

B.    birokrasi yang ketat

C.    dukungan dari semua personil sekolah

D.    ada rasa saling mempercayai antara personil sekolah termasuk siswa

130.    Kemauan guru untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) haruslah didukung oleh iklim sekolah yang memberi kebebasan kepada guru untuk ……

A.  Berdiskusi,berkolaborasi, dan meminta bantuan

B.   Melakukan perubahan jadwal pelajaran

C.    Menetapkan masalah bagi kelasnya

D.   Meminta siswa mengikuti perintahnya

131.    Penetian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang dilakukan di dalam kelas oleh ……..

A.    guru

B.    peneliti

C.    guru sebagai peneliti

D.    guru bersama dosen

132.    Tujuan penelitian Tindakan Kelas adalah untuk ……

A.    mengungkapkan kebenaran

B.    menjawab masalah guru

C.     memperbaiki kinerja guru

D.    mengumpulkan informasi

133.    Metode utama dalam penelitian tindakan kelas disebut sebagai self-reflective inquiry, artinya metode yang digunakan …….

A.    bertumpu pada kemampuan guru melakukan refleksi

B.   longgar tetapi tetap mengikuti kaidah penelitian

C.    hasil observasi/kesan dari guru

D.   bervariasi asal sesuai dengan kaidah penelitian.

134.    Dalam Penelitian tindakan kelas, masalah yang diteliti berasal dari ……

A.   keriasauan guru akan kinerjanya

B.   keriasauan pendidik akan mutu pendidikan

C.    keinginan untuk membantu guru

D.    kepedulian peneliti akan kinerja guru

135.    Penelitian tindakan kelas berbeda dengan penelitian kelas dalam hal …………

A.   pelaku penelitian

B.   tujuan penelitian

C.   tempat penelitian

D.   asal masalah yang diteliti

136.    Penelitian tidakan kelas seyogyanya dilakukan oleh guru karena alasan-alasan berikut, kecuali …

A.   PTK memang untuk guru

B.    guru paling akrap dengan suasana kelas

C.    masalah di kelas mungkin asing bagi para peneliti

D.    guru bertanggungjawab memperbaiki kinerjanya.

137.    Seorang Dosen Perguruan Tinggi membantu Ibu Tini, guru SLTA untuk mencari jalan keluar kesulitan yang dihadapinya dalam memotivasi para siswa untuk mengerjakan PR yang diberikan. Ibu Tini menceritakan jenis PR, serta kebiasaannya menyimpan PR tersebut di rumah tanpa mengembalikannya kepada siswa .Dosen Perguruan Tinggi mendengar cerita Ibu Tini, dan kemudian mereka berdua merancang  cara mengatasinya, dan akhirnya mereka sepakat bahwa Ibu Tini akan mencoba cara tersebut dan memantau hasilnya. Sejak itu hampir setiap minggu mereka bertemu kembali untuk mengkaji hasil perbaikan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan Ibu Tini merupakan kegiatan penelitian tindakan kelas karena ……..

A.    Ibu Tini bekerjasama dengan Dosen Perguruan Tinggi

B.     masalah penelitian muncul dari kerisauan guru

C.     terjadi pertemuan setiap minggu

D.    dosen Perguruan Tunggi membantu guru  memecahkan masalahnya

138.    Guru dianggap lebih sesuai melakukan penelitian tindakan kelas karena alasan berikut, kecuali ……

A.    dibandingkan dengan peneliti luar guru lebih memahami keadaan di kelas

B.    kelas merupakan wilayah guru

C.    hasil penelitian dapat dimanfaatkan langsung oleh guru

D.    temuan peneliti luar sulit diterapkan oleh guru

139.    Dilihat dari segi tujuan penelitian, penelitian tindakan kelas menempatkan guru sebagai ……..

A.  Peneliti dari dalam

B.   Praktisi yang membangun teori

C.    Subjek penelitian

D.    Pengajar dan peneliti

140.    Sebagai pekerja profesional, guru dianggap paling layak melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) karena ………

A.    PTK membantu guru berkembang secara profesional

B.    guru paling akrab dengan siswa

C.    kelas memang merupakan wilayah guru

D.    PTK merupakan bagian dari tugas profesional guru

141.    Empat langkah pokok dalam PTK dengan urutan yang paling benar adalah ……..

A.    merencanakan, melaksanakan tindakan, refleksi, analisis data

B.     refleksi, analisis data, merencanakan, melaksanakan tindakan

C.   merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, refleksi

D.    refleksi, merencanakan, melaksanakan tindakan, analisis data

142.    Untuk mengidentifikasi masalah, guru perlu melakukan kajian terhadap pembelajaran yang dikelolanya. Kajian tersebut dapat dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang tepat untuk maksud tersebut adalah sebagai berikut, kecuali ……..

A.   apa yang terjadi dikelas saya

B.    berapa orang siswa yang prestasinya selalu rendah

C.    dengan siapa saya harus mendiskusikan asalah ini

D.    apa dampaknya jika siswa yang berpretasi rendah saya biarkan saja

143.    Masalah yang diidentifikasi kadang-kadang terlampau banyak, sehingga guru menentukan pilihan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih masalah yang perlu ditangani adalah sebagai berikut, kecuali …………

A.   tingkat keseriusan masalah

B.   kemampuan guru untuk menangani

C.    ada tidaknya mitra kolaborasi

D.   kompleks tidaknya masalah tersebut

144.    Setelah menentapkan dan menjabarkan masalah, guru perlu mengembangkan cara melakukan perbaikan atau mengatasi masalah. Untuk mengembangkan cara mengatasi masalah, guru dapat melakukan hal-hal berikut, kecuali …………….

A.   mengkaji teori yang relevan dengan masalah

B.   menyusun langkah-langkah pemecahan masalah

C.   berdiskusi dengan teman sejawat

D.    mengingatkan kembali pengalaman yang terkait dengan maslah tersebut

145.    Cara pemecahan yag dipilih haruslah sesuai dengan ………..

A.   kondisi lingkungan sekolah

B.   jumlah siswa dalam elas

C.   waktu yang tersedia dalam jadwal pelajaran

D.   sarana dan fasilitas yang tersedia

146.    Sebelum melaksanakan tindakan, guru harus menyiapkan hal-hal berikut, kecuali ….

A.  daftar hadir

B.   skenario tindakan

C.   sarana dan fasilitas pendukung

D.   cara menganalisis data

147.    Jika sebelum melakukan tindakan guru tidak menentukan cara mengumpulkan data, dalam pelaksanaan tindakan kemungkinan besar akan terjadi hal-hal berikut, kecuali ………

A.  data yang dikumpulkan akan mubasir

B.   data yang diperlukan tidak terjaring

C.   guru yang bingung menafsirkan data

D.  guru tidak memerlukan data

148. Ibu ida seorang guru SMK sedang asyik berdiskusi dengan teman sejawatnya tentang susahnya menyampaikan materi Biologi yang penuh dengan istilah latin kepada siswa.Dia merasa siswa sangat sukar menghafal istilah asing tersebut. Ia meminta pendapat teman-temannya, bagaimana cara mengajar materi tersebut agar mudah dipahami oleh siswa. Dilihat dari langkah-langkah PTK, Ibu Ida sedang berada dalam tahap ……

A.   identifikasi masalah

B.    analisis masalah

C.    merumuskan masalah

D.    merencanakan perbaikan

149.    Dalam melaksanakan tindakan, guru harus memperhatikan beberapa kriteria di antaranya …….

A.   guru seyogyanya memfokuskan diri sebagai pengajar

B.   penelitian jangan sampai mengganggu komitmen guru sebagai pengajar

C.    guru harus memperhatikan kemampuan siswa

D.   perhatian guru harus terfokus pada masalah yang ingin dipecahkan

150. Bapak Sutarji mengajar kelas 10 SMK Negeri Malang. Ia sedan bermitra dengan seorang guru, teman sejawatnya dalam memperbaiki cara merespons terhadap siswa di kelas. Ia sudah merancang berbagai jenis penguatan untuk jawaban siswa yang bai serta beberapa respons untuk jawaban siswa yang tidak atau kurang tepat. Ia meminta rekan sejawatnya untuk duduk di kelasnya serta merekam reaksi siswa ketika guru merespons jawabannya. Jenis reaksi yang perlu direkam serta cara merekamnya sudah disepakati terlebih dahulu. Ditinjau dari kriteria pelaksanaan tindakan, kriteria mana yang sedang diterapkan oleh bapak Sutarji ?

A.   guru harus memperhatikan etika yang terkait dengan tugasnya

B.    metodologi yang diterapkan harus reliabel

C.    pengumpulan data jangan sampai menyita waktu guru terlampau banyak

D.   masalah yang ditangani harus sesuai dengan komitmen guru

151.    Tahap observasi – implementasi berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindkan. Dalam kajian ini, observasi – interprestasi utlak diperlukan agar guru dapat ……

A.   memantau jalanya pembelajaran

B.   melakukan berbagai penyesuaian

C.   mengetahui kualitas respons siswa

D.   memantau pendapat pengamat

152. Seorang guru yang perokok membiasakan diri untuk tidak merokok di kelas, di ruang guru, di ruang tatib sekolah, dan di ruang BK maupun dalam rapat guru. Guru perokok tersebut tengah mengembangkan diri dalam ranah tersebut tengah mengembangkan diri dalam ranah

a.  Kompetensi profesional

b.  Kompetensi kepribadian

c.  Kompetensi social

d.  Kompetensi pedagogic

153.    Prinsip dasar observasi yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil observasi adalah prinsip yang berkaitaengan …….

A.  fokus observasi

B.  perencanaan awal

C.  ketrampilan mengobservasi

D.  balikan (feedback)

154.    Ketika melakukan observasi di kelas Ibu Rina, Bapak Sukoco berusaha bersikap bersahabat, baik kepad siswa maupun kepada Ibu Rina. Ia masuk kelas dengan mengucapkan salam dan meminta ijin kepada siswa untuk ikut duduk di kelas. Ketika terjadi diskusi antar siswa, Bapak Sukoco tidak segera merekam diskusi tersebut, tetapi menunggu sampai diskusi selasai, kemudian berfikir sejenak untuk menemukan makna peristiwa yang baru saja  diamati. Perilaku pengamat seperti itu merupakan penerapan dari prinsip observasi yang berkaitan dengan ……..

A.   perencanaan awal

B.   fokus observasi

C.   membangun kriteria

D.   ketrampilan observasi

155.    Jika seorang guru ingin mengetahui jumlah siswa yang berhasil dilibatkan secara aktif dalam memberi respons terhadap pertanyaaan guru, jenis observasi yang paling tepat digunakan adalah observasi ………

A.     terbuka

B.   terfokus

C.   terstruktur

D.   sistematik

156.    Pada pertemuan pendahuluan atau pertemuan perencanaan, guru dan pengamat menyepakati hal-hal berikut, kecuali …….

A.   Jumlah siswa yang akan ikut dalam pembelajaran

B.    Fokus pengamatan

C.    Konteks pembelajaran yang dikelola guru

D.    Kriteria yang digunakan dalam interprestasi

157.    Selain melalui observasi, data pembelajaran dapat dikumpulkan memalui cara-cara berikut, kecuali …….

A.  wawancara dengan orang tua

B.   catatan/laporan guru

C.    berbagai dokumen hasil belajar siswa

D.    wawancara dengan siswa

158.    Analisis data dilakukan dengan menempuh berbagi langkah, yang pada akhirnya bertujuan untuk ……….

A.  menyeleksi dan mengelompokkan data

B.  menyeleksi dan menafsirkan data

C.  memperoleh informasi tentang proses dan dampak perbaikan

D.  mendapat informasi tentang perilaku mengajar guru

159.    Melihat hasil latihan siswa, Ibu Sutari menjadi kaget karena hanya 10 dari 30 siswa yang mengerjakan latihan matematika dengan benar. Ibu Sutari encoba mengingat-ingat apa yang terjadi ketika ia menjelaskan penggunakan rumus matematika dalam memecahkan soal. Ia ingat, ia mencontohkan penggunaan rumus dengan mengerjakannya sendiri di papan tulis. Ia kemudian merenung kembali, mengapa ia tidak meminta siswa mengerjakannya ke depan ?Ia ingat pula, siswa yang duduk di deretan belakang ada yang bermain ketika ia mencontohkan penggunaan rumus di papan tulis. Dari segi langkah-langkah PTK, langkah mana yang sedang dihayati oleh ibu Sutari ……………..

A.   mengumpulkan data

B.    menganalisis data

C.    melakukan refleksi

D.    merencanakan perbaikan

160.    Perencanaan tindak lanjut, yang merupakan salah satu langkah dalam siklus PTK, dapat diwujudkan dalam bentuk ……………

A.  pedoman observasi

B.   revisi rencana perbaikan

C.   program PTK secara utuh

D.   pedoman analisis data

161.    Berikut adalah contoh-contoh masalah pembelajaran yang mungkin dihadapi guru, kecuali …………..

A.   pertanyaan guru sering tidak dijawab oleh siswa

B.    perhatian siswa pada pelajaran kurang

C.    banyak siswa yang belum membayar SPP

D.    hasil ulangan siswa rendah

162.    Agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam kelas, guru perlu ……

A.   peka terhadap situasi kelas

B.    bertanya kepada teman sejawat

C.    mencatat hal-hal istimewa yang terjadi di kelas

D.    bertanya kepada kepala sekolah

163.    Tujuan utama menganalisis masalah pembelajaran adalah …………………………

A.   mencari hakikat masalah

B.   menemukan akar penyebab masalah

C.  merinci masalah menjadi bagian-bagian kecil

D.  menemukan cara pemecahan masalah

164.    Analisis masalah dapat dilakukan dengan cara berikut, kecuali ……………..

A.   mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri tentang berbagai aspek pembelajaran

B.   menanyakan pendapat siswa tentang berbagai aspek pembelajaran

C.   menelaah berbagai dokumen yang berkaitan dengan hasil belajar siswa

D.   membaca berbagai teori belajar

165.    Rumusan masalah dalam PTK serupa dengan maslaah penelitian. Dari rumusan berikut, yang mana paling tepat disebut sebagai rumusan masalah PTK?

A.    apakah permaianan peran dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas X SMK Wanabakhti

B.     bagaimana cara mengajukan pertanyaan agar mampu membuat aktif siswa dalam pelajaran Matematika di SMK Negeri Sawangan

C.    mengapa siswa SMK Negeri 1 Arcapadha selalu menjadi juara dalam berbagai perlombaan nasional

D.   bagaimana cara menggunakan alat peraga yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah

166.    Tindakan perbaikan dapat dikembangkan dengan menempuh langkah-langkah berikut, kecuali …………

A.   Menelaah berbagai teori yang relevan dengan masalah pembelajaran yang dihadapi

B.   Mengulangi apa yang pernah dilakukan ketika menghadapi masalah yang sama

C.   Berdiskusi dengan para pakar

D.   Mengingat kembali pengalaman yang lalu dalam menghadapi masalah yang sama

Untuk menjawab pertanyaan nomor 167 s/d 170, bacalah terlebih dahulu kasus berikut ini.

Kasus Pembelajaran

Ibu Ani, guru bahasa inggris kelas XII di SMK Negeri 8 Panderman, mula-mula menjadi risau karena hanya 10 dari 40 siswa dikelasnya yang mau menjawab dengan bahasa inggris,jika guru mengajukan pertanyaan. Siswa lain selalu diam kalau ditanya atau berpura-pura tidak mendengar pertanyaan guru. Ibu Ani sering kesal dan elanjutkan pelajaran tanpa menghiraukan anak-anak yang tidak mau menjawab tersebut. Jika tidak ada yang menjawab, Ibu ani biasanya meneruskan pelajarannya dengan meminta para siswa membaca wacana yang ada dalam buku pelajaran, kemudian menjawab pertanyaan yang ada dibuku secara tertulis. Jawaban siswa diperiksa bersama-sama, sambil sekali-sekali memberi perhatian pada grammar, jika siswa salah menulis jawabannya. Dengan cara ini, Ibu Anipun melupakan kerisauannya. Keadaan ini berlangsung sepanjang semester tanpa ada upaya perbaikan. Hasil tes bahasa inggris para siswa sedang-sedang saja karena tes yang diberikan berupa tes pemahaman bacaan dan grammar. Namun, ketika ada tamu asing yang kebetulan berkunjung ke SMK tersebut, tidak seorangpun dari siswa Bu Ani yang berani menjawab pertanyaan tamu tersebut, apalagi bertanya. Hal ini menyebabkan Bu Ani dipanggil oleh kepala sekolah, dan diminta untuk berupaya agar para siswa mampu berbahasa Inggris, meskipun yang paling sederhana. Kejadian ini membuat kerisauan yang dulu pernah muncul, dirasakan kembali oleh bu Ani.

167.    Masalah yang terjadi dalam kelas Bu Ani dalam kasus pembelajaran di atas dapat digolongkan sebagai masalah yang berkaitan dengan bidang-bidang berikut, kecuali …….

A.    strategi pembelajaran

B.     sumber dan media pembelajaran

C.     evaluasi hasil pembelajaran

D.    motivasi belajar

168.    Akar penyebab masalah yang terjadi dalam kasus di atas antara lain sebagai berikut, kecuali ……

A.  latihan berbicara tidak mendapat tekanan

B.  bu Ani tidak memberi perhatian khusus pada siswa yang tidak mau menjawab

C.  bu Ani tidak menggunakan lab bahasa ketika mengajar

D. kemampuan berbicara siswa tidak dinilai

169.    Jika Bu Ani ingin memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya melalui PTK, pilihan rumusan masalah PTK yang paling tepat untuk kegiatan PTK yang akan dilakukan Bu Ani adalah …..

A.   bagaimana cara memberi latihan berbicara dalam bahasa Inggris agar mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa kela XII SMK

B.   apakah kemampuan berbicara dapat dilatihkan secara intensif dengan memanfaatkan laboratorium bahasa ?

C.   bagaimana cara mengaktifkan siswa dalam berbicara?

D.  apakah sumber belajar dapat mendorong siswa berlatih berbicara ?

170.    Jika Anda yang menjadi Bu Ani, tindakan perbaikan mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah dalam kasus pembelajaran di atas ?

A.    guru selalu menggunakan bahasa inggris dalam mengajar dan tidak mau menerima jawaban dalam bahasa indonesia

B.    guru memberikan latihan berbicara dalam bahasa inggris secara terpadu dengan mendengarkan, membaca, dan menulis

C.    guru meminta siswa selalu menjawab dalam bahasa inggris

D.    guru memberikan latihan mengucapkan kata dengan benar

171.  Kegiatan Penetian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan guru diharapkan dapat ……..

A.     meningkatkaan kualitas mengajar

B.     membantu kenaikan pangkat

C.     meningkatkan mutu pendidikan

D.     membuat karya ilmiah

172.  Yang tidak termasuk kompetensi pedagogic bagi guru adalah ……

A    memperhatikan perkembangan kognitif, memanfaatkan prinsip kepribadian, mengidentifikasi potensi anak didik

B    menerapkan teori pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran

C    membuat setting pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif

D    Merancang dan melaksanakan evaluasi, menganalisis hasil evaluasi, memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program pembelajaran

E     Memahami materi ajar yang ada di kurikulum, materi, dan konsep keilmuan lainnya

173.  Seorang guru aktif dalam Pembinaan UKS dan Pembinaan Kepramukaan, ini berarti guru tersebut telah melaksanakan kompetensi ………

A    Kompetensi Pedagogik

B    Kompetensi Kepribadian

C    Kompetensi Professional

D    Kompetensi Sosial

E     Kompetensi Manajerial

174.  Seorang guru SMK gemar menulis Karya Tulis Ilmiah penelitian tindakan kelas (PTK), ini artinya guru tersebut telah melaksanakan dan mengembangkan kompetensi ……………………

A     Kompetensi Pedagogik

B     Kompetensi Kepribadian

C     Kompetensi Professional

D     Kompetensi Sosial

E      Kompetensi Manajerial

175.  Yang tidak termasuk kompetensi kepribadian bagi guru adalah ……

A    berkomunikasi dan bergaul efektif dengan peserta didik

B    kemandirian dalam bertindak dan etos kerja guru

C    Menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan bagi anak didik, sekolah dan masyarakat

D    Memiliki perilaku positif terhadap anak didik

E    Bertindak sesuai norma religius (iman, taqwa, jujur, ikhlas) dan mampu diteladani siswa

tes pedagogik

KOMPETENSI GURU MENURUT UU No. 14/2005

KOMPETENSI GURU MENURUT UU No. 14/2005

UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen akan memiliki dampak yang sangat besar untuk dunia pendidikan Indonesia. Sasaran utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dibangun dari berbagai aspek,   Guru adalah adalah salsatu  faktor yang menentukan untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas tsb.
Keinginan kuat pemerintah memperbaiki mutu pendidikan tidak hanya ditunjukan dengan undang-undang saja melainkan penyiapan anggaran untuk kesejahteraan guru dan dosen, berbagai program dan pelatihan guru serta investasi jangka panjang dengan menyediakan, membangun dan memperbaiki sarana prasarana pendidikan.

Guru pun yang semula adalah jabatan, melalui Undang-undang ini ditingkatkan menjadi Profesi,  artinya seseorang belum bisa dinyatakan sebagai guru jika belum memenuhi beberapa persyaratan  syarat-syarat tersebut adalah ;
Guru wajib memiliki:

  • Kualifikasi akademik
  • Kompetensi
  • Sertifikat pendidik
  • Sehat jasmani & rohani
  • Kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional

Sebagai kompensasi dari tuntutan tersebut maka pemerintah memberikan anggaran lebih untuk kesejahteraan dan perlindungan profesionalisme Guru sebagaimana di atur pada Undang-undang tersebut diatas.
Dari beberapa persyaratan diatas,hanya akan memaparkan tentang kompetensi pendidik, sebab saya rasa untuk persyaratan lainnya sudah cukup jelas.
KOMPETENSI Dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Kompetensi tersebut meliputi:

  1. Kompetensi pedagogik
  2. Kompetensi profesional;
  3. Kompetensi sosial;
  4. Kompetensi kepribadian;

1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pendagogik pada dasarnya adalah  kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengajarkan materi tertentu kepada siswanya, meliputi :

  • Memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual;
  • Memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik;
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik;
  • Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik;
  • Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran;
  • Merancang pembelajaran yang mendidik;
  • Melaksanakan pembelajaran yang mendidik;
  • Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya;
  • Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

2. Kompetensi profesional
Yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Diharapkan guru menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.

3. Kompetensi sosial

Kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat.  Diharapkan guru dapat berkomunikasi secara simpatik dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan, dan masyarakat, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan siswa, sekolah dan masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri.
4. Kompetensi kepribadian

Memiliki  kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, serta berakhlak mulia;  sehingga menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat; serta mampu mengevaluasi kinerja sendiri (tindakan reflektif) dan mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. (Tidak hanya berkembang biak saja)

C.I.N.T.A : Cerita Indah Namun Tiada Arti, Really ?

Bila kamu sedang putus cinta (dari sang pacar tentunya), maka dunia yang tadinya seindah dalam lukisan akan menjadi abu-abu tak berwarna. Cinta yang sebelumnya sangat diagungkan akan sekejap mata akan berubah menjadi objek cacian.

Dan bertebaranlah playboy-playboy cap kadal yang suka mengatakan cinta kepada wanita. Ia tahu wanita adalah makhluk yang senang dipuji dan diperhatikan (sepertinya tidak semua, semoga).

Tidak akan lagi aku mengenal cinta. Tidak akan lagi aku mau berhubungan dengan pria. Semua pria sama. Sama-sama tidak punya perasaan, selalu mempermainkan wanita.

Wuihh dahsyat sekali kata-katanya. Seakan-akan ada wonder woman baru yang bermunculan dan merasa tidak membutuhkan pria sama sekali. Padahal dilain pihak, masih banyak wanita yang sedang menanti pangeran impiannya hadir. Padahal sejatinya wanita membutuhkan tempat bersandar. Ya, sehebat apapun wanita secara fisik.

Jadi siapa yang patut disalahkan dengan fenomena seperti itu ?

Kemudian menyebarlah kepanjangan dari kata cinta yaitu cerita indah namun tiada arti. Hmmm, really ?

Jika cinta itu berwujud, ia pasti akan marah besar. Menjadi kambing hitam akan kebobrokan zaman. Menjadi alasan demi terciptanya musibah besar. Menjadi pembenaran untuk sebuah kemaksiatan. Saat senang ia diingat dan diagungkan. Ketika sedih, ia menjadi korban oleh pelaku yang merasa dianiaya oleh cinta.

Padahal cinta adalah indah, selalu indah. Cinta itu suci selalu suci dan hanya hadir pada saat yang suci. Penciptanya saja Maha Indah, Maha Suci. Lalu mengapa kemudian ciptaanNya menjadi tidak suci dan tidak indah hanya karena perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab ??

Kalau melihat contoh yang “gagal”, bisa saja mengatakan seperti itu. Bisa saja saya, dia, kalian atau mereka adalah contoh yang gagal. Gagal yang berarti pernah merasakan cinta yang salah. Pernah menikmati gula-gula masa pacaran yang sejatinya gula-gula itu hanya semu. Tapi lebih baik gagal untuk menuju keberhasilan dibanding gagal dengan terus menerus dan merasa bahwa apa yang dijalani itu benar (meskipun sebenarnya tidak).

Cukup merasakan setitik pahitnya empedu dan berganti manisnya madu. Berarti kita memiliki lidah yang berfungsi secara normal. Namun jika empedu itu tetap terasa nikmat dilidah meskipun berkali-kali kita meludah namun tetap saja mengecapnya, Maka siapa yang perlu disalahkan ? Apakah sebuah lidah yang hanya anggota tubuh ataukah kita yang menjadi panglimanya ?

Lidah ibarat sebuah cinta. Maka bukan cinta itu yang salah tapi seseorang (entah siapa). Yang pasti jika ada cerita Romeo dan Juliet yang kisah cintanya berakhir tragis atau kisah cinta seorang cerdas yang bernama Qais kepada Laila hingga ia dijuluki Majnun (tidak waras), bukanlah cinta yang patut dipersalahkan. Sekali lagi bukan. Dan selamanya bukan.

Jika menilik keindahan cerita Rasulullah Muhammad dengan ibunda Khadijah, mungkin bisa kita jadikan tauladan. Cinta yang suci (karena Allah semata). Bukan cinta berdasarkan harta. Bukan cinta yang menyebabkan seseorang berubah dari raja menjadi budak. Bukan cinta yang melenakkan hingga melalaikan hati. Cinta yang diawali dengan niat hanya karena Allah. Dan selanjutnya menjadi ibadah-ibadah yang tiada ternilai oleh dunia. Meskipun kisahnya terkadang tertutupi oleh kisah cinta imaji mengenai putri salju, cinderella dan semacamnya yang sudah bisa merasakan “cinta” tanpa ada ikatan sebelumnya. Yakinlah itu hanya cerita fiktif dan kita hidup didunia nyata.

Dalih cinta yang begitu beragam. Cerita cinta yang bertebaran. Jika tidak benar-benar menelaah, maka akan lebih banyak pembenaran pada cinta yang salah.

Oh cinta. Kau tak berwujud namun kau adalah impian setiap insan. Karena dengan cinta semua indah (cinta tanpa nafsu). Dengan cinta semua bermakna. Dunia damai dengan cinta. Cinta mampu mengubah keterpurukan menjadi timbunan semangat. Cinta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan.

Jangan melelahkan diri mencari cinta. Dekati saja dulu Sang Pembuat Cinta, Sang Pemilik Cinta. Biarkan Dia menghadiahkan kita cinta yang indah. InsyaAllah.

Allahua’lam

-Tak bosannya membahas tentang cinta-

Air, Ternyata Benda Mati Itu Hidup

Air, Ternyata Benda Mati Itu Hidup

 “Wahai Aisyah, jika engkau ingin minum hendaklah mengucapkanlah Bismillah, dan jika air itu mengalir ke dalam perutmu dan tidak terjadi apa-apa ucapkanlah Alhamdulillah,” kata Rasulullah SAW.

Dulu waktu SD, saya diajarkan sebuah pelajaran tentang konsep benda mati dan benda hidup. Jelas sekali disebutkan bahwa selain manusia, binatang dan tumbuhan; semuanya adalah benda mati.

Logika itu melekat terus sampai SMP,  hingga akhirnya saya membaca buku “winnetou” Indian suku Apache yang gagah berani. Dalam buku tersebut terselip budaya Indian yang mempercayai bahwa benda-benda seperti angin, gunung dan sebagainya itu mempunyai spirit. Imajinasi saya pun melayang-layang, kemudian saya sering berkhayal berdialog dengan awan di langit. Dan semua saya beri nama, sampai sepatu saya pun, saya beri nama “si Gemuk”, persis seperti kebiasaan suku Indian di dalam buku tersebut.

Kemudian waktu berselang. Pendek cerita Ustaz doddy membawa buku tentang penelitian DR Masaru Emoto, tentang air. Menarik sekali karena air yang kita minum atau air apapun juga, jika kita katakan kepada air tersebut “kamu bodoh”, maka reaksi dari air tersebut setelah diteliti molekulnya berubah menjadi buruk. Dan jika dikatakan “mari bekerja” molekulnya akan lebih baik daripada jika dikatakan “kerjakan!”

Dan yang lebih mencengangkan lagi, air juga bereaksi terhadap doa. Jika air didekatkan dengan doa maka molekulnya berubah menjadi heksagonal dan berwarna emas. Dalam penelitian fenomenal ini , DR Masaru Emoto menyimpulkan bahwa kita, manusia sebaiknya berbaik-baik terhadap air, dan karena manusia 70 persen terdiri dari air, maka menurut DR tersebut otomatis kita harus berucap kata yang santun terhadap manusia. Karena jika tidak molekul air didalam tubuhnya akan berubah menjadi buruk dan akan membawa dampak pengaruh orang itu akan menjadi marah.

Rasullullah SAW dengan ketinggian ilmunya 14 abad yang lalu menyatakan kepada Aisyah RA; “Wahai Aisyah, jika engkau ingin minum hendaklah mengucapkanlah Bismillah, dan jika air itu mengalir ke dalam perutmu dan tidak terjadi apa-apa ucapkanlah Alhamdulillah”.

Artinya Rasul sangat mengerti bahwa air itu makhluk Allah, yang ketika kita mengucapkan Bismillah maka air itu akan tunduk kepada kita, karena kita meminta izin langsung kepada pemilik semesta alam, yang menciptakan air tersebut. Dan dalam hadis lain Rasul SAW bersabda; “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam”.(HR Bukhari)  Artinya sesama manusia kita tidak diperbolehkan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakitkan orang lain. Subhanallah.

Barulah saya menyadari bahwa Islam telah jelas menyatakan 14 abad yang lalu, bahkan jauh dari sebelum itu bahwa seluruh yang diciptakan Allah disebut dengan makhluk Allah SWT. Dan mereka bertasbih kepada Allah, yang artinya mereka semuanya hidup.  Sebagaimana ayat “Bertasbih kepada-NYA apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS Al Hasyr [QS 59;24]).

Seluruh makhluk Allah bertasbih, gugusan bintang (al buruj), bintang (an Najm), bumi ( Al ard), gunung (jabal), angin, awan seluruhnya yang ada di langit dan dibumi semua bertasbih kepada Allah. Dan saat ini mereka ditundukkan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Hal itu sebagaimana ayat;“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripadaNYA…”. Surat Al Jatsiyah (QS 45:13).

DR Masaru Emoto meneliti air tersebut karena dia mengalami suatu penyakit di kakinya yang sulit sekali disembuhkan, dan dia tercengang karena dengan basuhan air yang di “treatment” tersebut kakinya bisa sembuh. Berarti tidak mengherankan jika fenomena air doa yang sering kita lihat atau bahkan alami disekitar kita. Banyak sekali penyembuhan lewat air yang didoakan, mungkin pendekatan logikanya mirip dengan penelitian DR Masaru Emoto tersebut. Namun tetaplah Allah SWT yang Maha menyembuhkan dan atas seizin Allah kesembuhan itu terjadi. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis:

“Setiap penyakitada obatnya. Bila penyakit dikenai obat, niscaya akan sembuh atas izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Imam Ahmad, Bukhari dan Ibnu Majah).

Rasulullah juga mengajarkan banyak doa kesembuhan yang diriwayatkan dalam berbagai hadis, yang antara lain:

“Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini karena hanya Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkannya kecuali ijin Engkau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian jika kita lebih jauh membahas air, ternyata air yang ada didunia ini adalah air yang sama dengan air dari zaman Nabi Nuh. Karena beberapa ulama menyebutkan air pada zaman Nabi Nuh ditambahkan langsung oleh Allah SWT dari langit, sehubungan peristiwa air bah atau banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS.

Namun setelah itu air itu mempunyai water cycle dengan sangat teratur; pertama hujan turun, kemudian air yang ada di gunung, bukit, semua mengalir, yang didalam tanah menjadi air tanah, yang diatas menjadi mata air, mengalir ke air terjun, sungai sampai terus bermuara ke laut. Lalu terjadi evaporasi atau penguapan air, yang kemudian butir-butir air akan menjadi hujan lagi. Begitulah penjelasan sederhananya. Karena itulah mungkin pemahamannya bahwa air bisa bereaksi hampir kepada seluruh bahasa. Wallahu a’lam

Subhanallah wal hamdulillah, satu lagi tabir yang terbuka setelah sekian banyak tabir yang Alloh bukakan kepada kita. Dan lewat ilmu pengetahuan, kita semakin dapat memahami tanda-tanda kebesaran Alloh Azza wa Jalla.

Sebagaimana ayat: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (QS. Fushilat, 41 : 53)

Setelah membaca dan mengkaji tentang air ini, kemudian sambil masih mencoba mengendapkan informasi tentang air, mulut ini bergumam, “Subhanallah, ternyata air, benda mati itu hidup”.

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik disisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Sumber REPUBLIKA.CO.ID, Ustaz Erick Yusuf

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.